Didukung Jack Ma, Ant Group Pasang Taruhan Besar di AI Kesehatan dalam Persaingan Industri 480 Miliar Yuan – Sekitar lima tahun lalu, Ant Group terpaksa mengerem ambisinya setelah rencana penawaran saham perdana (IPO) yang sangat dinanti akhirnya batal terlaksana. Kini, perusahaan yang didukung oleh Jack Ma itu kembali menyusun langkah besar—namun kali ini bukan di sektor keuangan digital, melainkan di layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dari awalnya dikenal sebagai platform pembayaran digital, Ant telah bertransformasi menjadi salah satu investor terbesar di China dalam teknologi AI medis. Perusahaan mengembangkan perangkat lunak yang mampu menjawab pertanyaan pasien sekaligus menghubungkan mereka dengan dokter, rumah sakit, apotek, dan perusahaan asuransi.
Pada November lalu, Ant menaikkan status unit kesehatannya setara dengan divisi utama lain seperti Alipay dan bisnis pinjaman digitalnya. Langkah ini menegaskan bahwa sektor kesehatan kini menjadi pilar penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
Setelah bertahun-tahun fokus pada pembiayaan konsumen, manajemen kekayaan, dan teknologi asuransi, Ant melihat layanan kesehatan sebagai peluang baru di mana AI dapat menciptakan gelombang pertumbuhan berikutnya. Dengan basis pengguna yang sangat besar, perusahaan berharap layanan kesehatan digital bisa menjadi lini bisnis terbesar setelah pembayaran.
Kepala unit kesehatan Ant, Zhang Junjie, menyatakan bahwa dalam tiga tahun ke depan perusahaan menargetkan dapat menjangkau sebagian besar dari 1,4 miliar penduduk China melalui layanan kesehatan berbasis AI.
“Jika dekade pertama Ant adalah tentang mempermudah pembayaran, dan dekade kedua tentang keuangan inklusif, maka dekade berikutnya kami ingin membantu masyarakat hidup lebih sehat,” ujarnya.
Agen Dokter Digital dan Pasar Raksasa
Strategi utama Ant bertumpu pada AI Doctor Agents—avatar digital yang dilatih langsung oleh dokter untuk menjawab pertanyaan medis rutin. Pasar layanan kesehatan daring China sendiri diperkirakan bernilai sekitar 480 miliar yuan per tahun pada 2025, menurut lembaga riset AskCI.
Setiap avatar dirancang berdasarkan keahlian dokter yang melatihnya, sehingga dapat merespons pertanyaan umum pasien secara cepat. Meski demikian, sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan dokter manusia.
Namun, sektor kesehatan digital bukan tanpa risiko. Banyak perusahaan di bidang ini yang tumbuh cepat tetapi kesulitan mencapai profitabilitas. Ant juga harus bersaing dengan raksasa teknologi seperti Tencent, pengembang model AI DeepSeek, serta pemain lama seperti Ping An Healthcare dan bahkan Alibaba Group—perusahaan afiliasi yang masih memiliki keterkaitan dengan Ant.
Hingga kini, Ant belum mengungkapkan secara rinci pendapatan maupun laba dari bisnis kesehatan digitalnya, meski dikabarkan telah menggelontorkan ratusan juta dolar untuk investasi di sektor ini.
Fondasi dari Alipay
Ant sebenarnya telah lama memiliki pijakan di sektor kesehatan. Lebih dari satu dekade lalu, Alipay mulai memfasilitasi pembayaran rumah sakit. Saat ini, lebih dari 800 juta pengguna telah menautkan informasi asuransi kesehatan dasar mereka ke aplikasi tersebut.
Pada Juni tahun lalu, Ant meluncurkan aplikasi kesehatan berbasis AI bernama AQ. Aplikasi ini mengumpulkan data kesehatan pengguna, menjawab pertanyaan umum, sekaligus menjadi gerbang untuk memesan konsultasi dokter, membeli obat resep, hingga membayar dengan asuransi melalui Alipay.
Alih-alih memberikan diagnosis, AQ mengarahkan pasien ke jaringan lebih dari 5.000 rumah sakit dan 300.000 dokter berlisensi. Integrasi erat dengan Alipay membantu AQ menjadi aplikasi medis paling banyak diunduh di iPhone China sejak Desember, menurut Diandian.com.
Peran Dokter Tetap Utama
Lebih dari 1.000 dokter telah berkontribusi dalam melatih avatar digital tersebut. Tahun lalu saja, sistem ini menangani lebih dari 27 juta pertanyaan. Seorang dokter kandungan di Shanghai, Duan Tao, mengatakan avatar digitalnya telah menjawab lebih dari 700.000 pertanyaan dalam enam bulan.
Meski teknologi berkembang pesat, para dokter menegaskan bahwa keputusan diagnosis dan resep tetap menjadi tanggung jawab manusia. Sistem ini lebih ditujukan untuk menyaring pertanyaan, menandai kasus mendesak, dan membantu merangkum riwayat pasien sebelum konsultasi tatap muka.
AQ kini memiliki sekitar 30 juta pengguna aktif bulanan, dengan rata-rata 10 juta pertanyaan kesehatan per hari.
Ant menyatakan bahwa model AI mereka dilatih menggunakan materi medis terkurasi—seperti laporan klinis dan data farmasi—bukan sekadar mengambil konten dari internet. Komite etika internal juga dibentuk untuk mengawasi pengembangan dan penerapan teknologi ini.
Peluang dan Tantangan
China memiliki sekitar lima juta dokter dengan kualitas pelatihan yang bervariasi. Sejumlah pengamat menilai AI dapat membantu menstandarkan layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah terpencil.
Lingkungan regulasi pun mulai lebih mendukung. Pemerintah China dalam dua tahun terakhir menerbitkan panduan detail terkait penerapan AI medis dan mendorong berbagi data.
Penjualan obat secara daring juga melonjak tajam, dari 19 miliar yuan pada 2020 menjadi sekitar 87 miliar yuan pada 2025.
Alibaba Health—afiliasi Ant—telah lebih dulu mencetak laba setelah bertahun-tahun merugi, didorong pertumbuhan penjualan obat online. Namun, apakah Ant bisa mengulang kesuksesan serupa masih menjadi tanda tanya.
Persaingan sangat ketat. Inovasi cepat disalin, dan posisi teratas tidak pernah benar-benar aman.
Meski demikian, langkah Ant menunjukkan ambisi besar: menjadikan AI kesehatan sebagai mesin pertumbuhan baru di tengah perlombaan industri bernilai ratusan miliar yuan. Tuna55

Leave a Reply