BoP Bentuk Polisi Palestina Baru: Rekrutmen Sudah Dimulai, 2.000 Orang Daftar dalam Hitungan Jam – Pembentukan pasukan polisi Palestina baru di Jalur Gaza menjadi salah satu langkah penting dalam rencana stabilisasi wilayah pascaperang. Komite Palestina yang didukung Amerika Serikat, yakni National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), resmi membuka pendaftaran untuk merekrut aparat kepolisian transisi.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar yang dibahas dalam pertemuan internasional Board of Peace (BoP) di Washington, yang juga mencakup bantuan rekonstruksi miliaran dolar serta rencana penempatan pasukan stabilisasi internasional yang disahkan PBB.

Tujuan utama pembentukan polisi baru tersebut adalah mengambil alih fungsi keamanan dari kelompok bersenjata dan membangun struktur pemerintahan sipil yang lebih stabil serta profesional di Gaza.

BoP Bentuk Polisi Palestina Rekrutmen Dibuka, Antusiasme Warga Tinggi

BoP Bentuk Polisi Palestina Proses pendaftaran langsung menunjukkan respons luar biasa dari masyarakat. Dalam beberapa jam setelah portal pendaftaran dibuka, sekitar 2.000 warga Palestina telah mendaftar sebagai calon polisi.

Pejabat yang memimpin komite tersebut, Ali Shaath, menyebut angka pendaftar awal ini menunjukkan tingginya minat warga untuk ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah mereka.

Rekrutmen ini terbuka bagi pria dan perempuan dengan kriteria tertentu, termasuk:

Berusia 18–35 tahun

Memiliki kondisi fisik baik

Tidak memiliki catatan kriminal

Komite juga menekankan bahwa bergabung dalam kepolisian baru dianggap sebagai tugas nasional dan bentuk partisipasi aktif dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.

Tujuan Strategis Program Polisi Transisi

Pembentukan polisi transisi bukan sekadar perekrutan tenaga keamanan baru. Program ini merupakan bagian dari peta jalan politik dan keamanan Gaza yang lebih luas. Menurut perwakilan BoP, struktur keamanan baru dirancang untuk menempatkan semua senjata di bawah satu otoritas sipil dan membubarkan kelompok bersenjata demi memastikan stabilitas jangka panjang.

Rencana jangka panjang bahkan mencakup pelatihan hingga sekitar 12.000 personel polisi untuk memenuhi kebutuhan keamanan di seluruh wilayah Gaza.

Selain itu, sistem keamanan baru diharapkan bersifat profesional, transparan, dan berbasis merit, sehingga mampu menegakkan hukum secara adil dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Tantangan Politik dan Realitas Lapangan

Meski rencana ini mendapat dukungan internasional, pelaksanaannya menghadapi tantangan besar. Kelompok Hamas masih menguasai sebagian wilayah Gaza setelah gencatan senjata, dan Israel menolak keterlibatan mereka dalam pemerintahan masa depan.

Hamas sendiri menyatakan kesediaan menyerahkan pemerintahan kepada komite baru, namun belum jelas apakah personel polisi yang sebelumnya bertugas di bawah kendali mereka akan diikutsertakan dalam struktur baru.

Situasi ini menegaskan bahwa pembentukan polisi baru tidak hanya soal administrasi keamanan, melainkan juga bagian dari dinamika politik regional yang kompleks.

Dukungan Internasional dan Dampak Regional

Program stabilisasi Gaza melibatkan dukungan internasional luas. Selain rencana dana rekonstruksi miliaran dolar, sejumlah negara siap mengirim pasukan untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional.

Indonesia misalnya menyatakan kesiapan mengirim sekitar 8.000 personel untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza bersama pasukan gabungan negara anggota BoP.

Keterlibatan global ini menunjukkan bahwa keamanan Gaza dipandang sebagai isu internasional yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak, bukan hanya masalah regional.

Prospek Masa Depan Keamanan Gaza

Pembentukan polisi Palestina baru menandai tahap awal transisi menuju tata kelola keamanan yang lebih terstruktur di Gaza. Jika berhasil, langkah ini berpotensi:

Mengurangi konflik internal

Memperkuat pemerintahan sipil

Mempercepat proses rekonstruksi

Namun keberhasilan program sangat bergantung pada stabilitas politik, dukungan internasional berkelanjutan, serta kesepakatan semua pihak terkait peran kelompok bersenjata yang masih berpengaruh di wilayah Tuna55 tersebut.

Rekrutmen polisi baru oleh BoP dan NCAG menjadi sinyal awal transformasi keamanan di Gaza. Antusiasme pendaftar yang mencapai ribuan orang dalam hitungan jam menunjukkan harapan masyarakat terhadap masa depan yang lebih aman dan tertib. Meski tantangan politik masih besar, inisiatif ini dipandang sebagai langkah krusial menuju stabilitas jangka panjang di wilayah yang selama bertahun-tahun dilanda konflik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *