Dirjen Masyita Crystallin Pindah ke Danantara, Pengganti Sudah Disiapkan Kementerian Keuangan memastikan posisi Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (Dirjen SPSK) yang ditinggalkan Masyita Crystallin tidak akan kosong terlalu lama. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengantongi nama calon pengganti, meskipun proses administrasi masih berjalan.

Purbaya menyampaikan bahwa nama kandidat sudah ada, tetapi masih harus melalui mekanisme resmi, termasuk pengajuan ke Sekretariat Negara dan persetujuan Presiden. Proses tersebut merupakan prosedur standar dalam pengangkatan pejabat eselon tinggi di pemerintahan.

Proses Administratif Jadi Tahap Penentu

Menurut Purbaya, tahapan administrasi ini bukan hambatan, melainkan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak akan mengganggu stabilitas kerja di lingkungan Kementerian Keuangan karena sumber daya manusia yang tersedia dinilai sangat kompeten.

Ia juga menambahkan bahwa kepergian Masyita tidak menimbulkan masalah struktural. Hal ini karena status Masyita di Kementerian Keuangan bukan pegawai tetap, melainkan profesional kontrak dengan sistem pembaruan tahunan. Dengan skema tersebut, mobilitas karier dianggap wajar dan fleksibel.

Alasan Kepindahan ke Danantara

Masyita Crystallin resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Dirjen SPSK pada 11 Februari 2026. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Danantara Investment Management (Persero) sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning.

Purbaya menilai langkah tersebut positif, bahkan menyebut bahwa posisi baru itu mungkin lebih sesuai dengan latar belakang dan keahlian Masyita. Ia juga menegaskan bahwa Danantara merupakan entitas semi-private yang memungkinkan perekrutan profesional dari berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta.

Kementerian Keuangan pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi Masyita selama menjabat. Pemerintah meyakini peran barunya akan memperkuat sinergi antara kebijakan ekonomi dan investasi, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Profil dan Rekam Jejak Masyita Crystallin

Masyita dikenal sebagai ekonom dengan pengalaman luas di sektor publik maupun internasional. Sebelum menjabat Dirjen SPSK, ia pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan untuk Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi. Ia juga pernah bertugas sebagai Tenaga Ahli Kebijakan Makroekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Maritim serta tergabung dalam tim nasional peningkatan ekspor dan investasi.

Di sektor global, Masyita pernah bekerja sebagai ekonom di World Bank dan menjabat Kepala Ekonom di Bank DBS Indonesia. Pengalaman tersebut menjadikannya salah satu figur teknokrat yang memiliki perspektif ekonomi internasional sekaligus pemahaman kebijakan domestik.

Dari sisi akademik, ia meraih gelar master dari Australian National University dan gelar doktor ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2015. Karier profesionalnya bahkan diawali di dunia pendidikan sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Dampak Pergantian bagi Stabilitas Sektor Keuangan

Pergantian pejabat di posisi strategis seperti Dirjen SPSK biasanya menjadi perhatian pelaku pasar karena jabatan tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. Namun pemerintah memastikan transisi ini akan berlangsung mulus.

Dengan adanya kandidat pengganti yang sudah disiapkan, proses kesinambungan kebijakan diharapkan tetap terjaga. Selain itu, struktur birokrasi Kementerian Keuangan yang berbasis sistem dinilai mampu memastikan program tetap berjalan tanpa tergantung pada satu individu.

Perpindahan Masyita Crystallin ke Danantara menandai babak baru dalam kariernya sekaligus menunjukkan dinamika mobilitas profesional di level tinggi pemerintahan. Meski meninggalkan posisi penting di Kementerian Keuangan, pemerintah menegaskan bahwa penggantinya sudah disiapkan dan prosesnya tengah berjalan.

Langkah ini mencerminkan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar pergantian personal, melainkan bagian dari strategi memperkuat ekosistem kebijakan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas lembaga. Tuna55


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *