Freeport Bakal Tambah Investasi Rp 337,6 Triliun Dalam 20 Tahun – Freeport-McMoRan bersama pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang membuka peluang peningkatan investasi jangka panjang di sektor tambang mineral kritis. Kesepakatan ini menjadi bagian dari kerja sama ekonomi bilateral Indonesia–Amerika Serikat yang lebih luas.
Kesepakatan tersebut juga berkaitan dengan rencana perpanjangan izin operasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua hingga setelah masa izin sebelumnya berakhir.
Freeport Bakal Tambah Investasi Nilai Investasi dan Durasi Rencana
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa Freeport berpotensi meningkatkan investasi sekitar US$20 miliar atau setara Rp337,6 triliun dalam periode 20 tahun ke depan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa komitmen investasi tersebut bukan hanya wacana, melainkan bagian dari kesepakatan resmi yang telah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan pihak Freeport Bakal Tambah Investasi.
Hubungan Dengan Perpanjangan Izin Tambang
IUPK Hingga 2061
Perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) menjadi faktor penting dalam keputusan investasi jangka panjang Freeport. Izin yang sebelumnya berakhir pada 2041 akan diperpanjang hingga 2061 setelah kesepakatan diselesaikan.
Perpanjangan ini memberi kepastian hukum bagi perusahaan untuk melanjutkan eksplorasi, produksi, dan pengembangan cadangan mineral di kawasan Grasberg—salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia.
Transfer Saham ke Indonesia
Sebagai bagian dari perjanjian, Freeport akan menyerahkan 12% saham tambahan kepada pihak Indonesia pada 2041 tanpa biaya, sehingga kepemilikannya turun dari 48,76% menjadi sekitar 37% setelah tahun tersebut.
Dampak Ekonomi dan Industri
Investasi baru ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi yang luas. Pemerintah menilai tambahan dana tersebut akan meningkatkan penerimaan pajak serta manfaat ekonomi lainnya bagi negara.
Selain itu, perjanjian ini juga bertujuan memperkuat rantai pasok mineral kritis global dan bahkan diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan tahunan hingga US$10 miliar dari aktivitas terkait.
Kaitan Dengan Kerja Sama RI–AS
Kesepakatan investasi Freeport tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari paket kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam rangkaian negosiasi tersebut, Indonesia juga berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi, pesawat komersial, dan produk pertanian dari AS dengan nilai miliaran dolar.
Hal ini menunjukkan bahwa investasi tambang menjadi salah satu elemen penting diplomasi ekonomi bilateral sekaligus strategi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok mineral global.
Prospek Jangka Panjang Industri Tambang Indonesia
Pengembangan Cadangan dan Eksplorasi
Dengan adanya kepastian izin dan investasi, Freeport berencana meningkatkan belanja eksplorasi serta studi pengembangan sumber daya jangka panjang di kawasan Grasberg.
Manfaat Sosial Regional
Selain aspek bisnis, perusahaan juga menyatakan akan memperluas dukungan sosial di Papua, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan Tuna55.
Rencana investasi Rp337,6 triliun selama 20 tahun menandai fase baru hubungan pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan. Kesepakatan ini tidak hanya memperpanjang operasi tambang hingga 2061, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi internasional, meningkatkan penerimaan negara, serta membuka peluang pengembangan sumber daya mineral jangka panjang.
Jika terealisasi sesuai rencana, investasi tersebut berpotensi menjadi salah satu komitmen penanaman modal asing terbesar di sektor pertambangan Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.

Leave a Reply