IHSG Rebound 0,72%, Sentimen Eksternal dan Domestik Menguat – Pergerakan
IHSG masih menunjukkan tren positif sepanjang perdagangan 16–20 Februari
2026. Data dari Bursa Efek Indonesia mencatat indeks acuan tersebut naik 0,72%
dan ditutup di level 8.271,76. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan
sebelumnya, meski tidak sebesar pekan prioritas ketika indeks
sempat melonjak 3,49% ke posisi 8.212,27.
Nilai kapitalisasi pasar turut mengalami peningkatan sebesar 0,35% menjadi
Rp14.941 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp14.889
triliun. Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai arah pergerakan IHSG
saat ini masih dipengaruhi faktor eksternal dan domestik.
Menurutnya, dari sisi global, kebijakan suku bunga bank sentral AS,
ketegangan geopolitik, serta fluktuasi harga komoditas masih menjadi variabel
utama yang menentukan sentimen investor. Sementara dari dalam negeri,
isu reformasi pasar modal, ketentuan free float, serta arus dana asing ikut
memengaruhi psikologi pelaku pasar. Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini
mencerminkan fase “wait and see”, di mana investor asing belum agresif masuk,
tetapi tekanan jual juga mulai berkurang sehingga volatilitas tetap tinggi
meski fase panic selling telah terlewati.
Aktivitas Transaksi dan Pergerakan Dana Asing
Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih
saham senilai Rp2,07 triliun. Situasi ini berbalik dibanding pekan sebelumnya
yang mencatat aksi jual bersih sebesar Rp5,47 triliun.
Meski demikian, secara akumulatif sejak awal 2026,
investor luar negeri masih membukukan net sell sekitar Rp14,42 triliun.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat
cukup signifikan, naik 11,99% menjadi 3,06 juta transaksi dari sebelumnya 2,73
juta. Rata-rata volume perdagangan juga naik 3,87% menjadi 47 miliar lembar
saham dari 45,24 miliar lembar. Nilai transaksi harian ikut terdongkrak 3,02%
menjadi Rp23,89 triliun dari Rp23,19 triliun pada pekan sebelumnya.
IHSG Rebound, Perbandingan dengan Pekan Sebelumnya
Sebelumnya, pada periode 9–13 Februari 2026, IHSG sempat mencatat lonjakan
tajam sebesar 3,49%. Kenaikan tersebut terjadi setelah indeks sebelumnya
melemah 4,7% ke level 7.935,26. Kapitalisasi pasar saat itu ikut melonjak 3,83%
menjadi Rp14.889 triliun dari Rp14.341 triliun.
Analis Herditya Wicaksono dari PT MNC Sekuritas menjelaskan bahwa reli
pada pekan tersebut didorong beberapa faktor.
Investor menunggu langkah lanjutan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan
dan Self Regulatory Organization terkait reformasi pasar modal serta
pemenuhan kriteria indeks global MSCI. Selain itu, rilis data ekonomi juga
berperan, seperti meningkatnya Indeks Kepercayaan Konsumen
di Indonesia, deflasi di China, serta ketahanan ekonomi AS
yang tercermin dari data tenaga kerja.
Faktor lain yang turut memengaruhi sentimen adalah kenaikan tipis harga emas,
penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kecenderungan investor
melakukan aksi ambil untung menjelang libur panjang Imlek. Pada periode itu,
frekuensi transaksi harian naik tipis 0,37% menjadi 2,74 juta transaksi.
Namun nilai transaksi harian justru turun 6,27% menjadi Rp23,2 triliun.
Investor asing juga tercatat masih melakukan penjualan bersih
saham senilai Rp5,47 triliun.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG dalam beberapa pekan terakhir
mencerminkan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap sentimen global
sekaligus menunggu kepastian arah kebijakan domestik Tuna55.

Leave a Reply