Peternak Jamin Pasokan Ayam dan Telur Buat MBG Selama Bulan Ramadan – Menjelang Ramadan 2026, berbagai indikator menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan utama, termasuk ayam dan telur, berada dalam kondisi aman. Pemerintah memastikan stok pangan nasional cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat saat bulan puasa. Kementerian terkait menyatakan pasokan bahan pokok seperti telur, ayam, daging, sayur, dan buah berada pada level stabil menjelang Ramadan dan perayaan besar lainnya.

Peternak Jamin Pasokan Ayam Selain itu, laporan lain menyebutkan harga kebutuhan pokok juga tetap stabil dan persediaan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Stabilitas ini menjadi penting karena Ramadan selalu diikuti peningkatan konsumsi rumah tangga dan permintaan logistik pangan. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan program pasar subsidi dan intervensi harga guna menjaga daya beli masyarakat.

Peternak Jamin Pasokan Ayam Peran Program MBG dalam Menopang Permintaan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kebutuhan protein hewani, terutama ayam dan telur. Program nasional ini membutuhkan suplai bahan baku dalam jumlah besar karena melayani jutaan penerima manfaat setiap hari.

Kementerian Pertanian sebelumnya menargetkan peningkatan jumlah dapur MBG hingga ribuan unit, yang otomatis mendorong lonjakan permintaan telur dan daging ayam.

Untuk mendukung sektor hulu, pemerintah bahkan menyiapkan dukungan pendanaan besar bagi peternak ayam melalui lembaga investasi negara guna memperkuat rantai pasok program tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi peternak agar kebutuhan nasional dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Jaminan Produksi dari Peternak Lokal

Para peternak di berbagai daerah menyatakan siap memenuhi kebutuhan MBG sekaligus kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Contohnya di Sumba Barat Daya, peternak ayam petelur mampu memasok sekitar 4.000 butir telur per hari berkat adanya program MBG yang membuka pasar baru bagi mereka.

Di sisi lain, data produksi nasional menunjukkan kapasitas produksi telur mencapai jutaan ton per tahun, menandakan sektor perunggasan memiliki basis produksi kuat untuk menopang permintaan domestik.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan pakan ternak sebagai faktor kunci produksi. Salah satunya dengan menyalurkan puluhan ribu ton jagung bersubsidi agar biaya pakan lebih terjangkau dan produksi tetap stabil.

Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga

Stabilitas harga menjadi perhatian utama karena permintaan tinggi saat Ramadan berpotensi mendorong kenaikan harga. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga harga ayam dan telur tetap terkendali agar tidak memberatkan masyarakat.

Selain itu, operasi pasar murah dilakukan di berbagai wilayah untuk menekan inflasi pangan dan memastikan bahan pokok tersedia dengan harga terjangkau.
Upaya lain adalah menjaga stok cadangan. Di Jakarta misalnya, perusahaan pangan daerah memastikan stok daging dan ayam aman hingga Idulfitri dengan menyiapkan cadangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Tantangan Produksi dan Upaya Antisipasi

Walau kondisi pasokan relatif aman, sektor peternakan tetap menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga pakan, penyakit ternak, serta faktor cuaca. Biaya pakan bahkan bisa mencapai sekitar 85% dari total biaya operasional peternakan, sehingga perubahan harga bahan baku sangat memengaruhi produksi.

Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya manajemen produksi yang efisien dan penerapan standar kesejahteraan hewan untuk menjaga produktivitas dan kualitas pangan.

Prospek Pasokan Ayam dan Telur Selama Ramadan

Melihat berbagai indikator produksi, dukungan kebijakan, serta kesiapan peternak, pasokan ayam dan telur untuk kebutuhan MBG selama Ramadan diproyeksikan tetap aman. Produksi nasional yang besar, distribusi pakan bersubsidi, serta intervensi pasar menjadi kombinasi strategi yang menjaga stabilitas pasokan.

Dengan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha peternakan, kebutuhan pangan masyarakat sekaligus program gizi nasional dapat berjalan tanpa gangguan berarti. Kondisi ini memberi optimisme bahwa Ramadan 2026 dapat dilalui dengan ketersediaan protein hewani yang cukup dan harga yang tetap terjangkau Tuna55.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *