Raja Charles III Didesak Korban Sampaikan Permintaan Maaf Resmi – Dampak pengungkapan dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files terus meluas dan kini turut menyeret perhatian publik kepada keluarga kerajaan Inggris. Charles III menghadapi tekanan yang semakin kuat dari para korban agar menyampaikan permintaan maaf secara resmi, menyusul munculnya tuduhan baru terkait hubungan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dengan Prince Andrew, Duke of York.
Sejumlah korban menilai pihak kerajaan perlu bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai kegagalan institusional dalam merespons dan mencegah situasi yang berkaitan dengan dugaan tindakan Andrew di masa lalu. Mereka juga meminta adanya permintaan maaf yang ditujukan kepada keluarga Virginia Giuffre, salah satu perempuan yang sebelumnya menuduh Andrew terlibat dalam pertemuan seksual saat dirinya masih di bawah umur.
Hingga kini, Buckingham Palace belum pernah secara resmi mengakui kesalahan ataupun menyampaikan permintaan maaf terbuka terkait hubungan Andrew dengan Epstein. Kondisi tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak yang menilai respons kerajaan masih belum memadai.
Desakan dari Kuasa Hukum Korban
Pengacara Brad Edwards dari firma hukum Edwards Henderson, yang mewakili salah satu perempuan yang mengaku pernah dikirim Epstein ke Inggris untuk bertemu Andrew pada 2010, mendorong agar Raja Charles mengeluarkan permintaan maaf yang tulus. Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bentuk pengakuan atas penderitaan korban sekaligus tanggung jawab moral institusi.
Edwards menilai permintaan maaf yang diharapkan bukan sekadar pernyataan formal, melainkan pengakuan nyata atas peran yang mungkin dimainkan oleh lingkungan kerajaan pada masa lalu. Ia juga menekankan bahwa para penyintas menginginkan sikap yang lebih terbuka dan empatik, bukan sekadar janji atau pernyataan umum.
Sejumlah korban lainnya juga menyuarakan pandangan serupa. Mereka menilai respons yang selama ini muncul masih terkesan defensif dan belum menyentuh akar persoalan, terutama terkait bagaimana hubungan Andrew dengan Epstein bisa berlangsung dalam lingkup sosial elit.
Kesaksian Para Penyintas
Salah satu penyintas, Marijke Chartouni, menyebut bahwa keluarga kerajaan merupakan institusi yang memiliki sistem pengelolaan sangat ketat. Karena itu, ia mempertanyakan klaim ketidaktahuan terhadap aktivitas Andrew di masa lalu. Menurutnya, sudah saatnya pihak kerajaan melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan organisasi yang mungkin terjadi.
Penyintas lain, Maria Farmer, mengungkapkan keterkejutannya karena hingga kini belum ada permintaan maaf resmi kepada keluarga Giuffre. Ia menilai langkah tersebut penting sebagai bentuk empati terhadap korban dan keluarga yang terdampak.
Di tengah tekanan publik, langkah paling tegas yang pernah diambil Raja Charles terhadap Andrew sejauh ini adalah mencabut sisa gelar kehormatan yang masih dimiliki sang adik pada Oktober 2025. Selain itu, Andrew juga tidak lagi menempati kediamannya di Royal Lodge, Windsor. Saat keputusan tersebut diumumkan, pihak istana menyebut tindakan itu diambil karena kesalahan penilaian yang dinilai serius dan berulang, meskipun Andrew terus membantah seluruh tuduhan terhadap dirinya.
Sikap Raja Charles III dan Pernyataan Simpati
Meski belum ada permintaan maaf resmi, Raja Charles bersama permaisuri Camilla, Queen Consort pernah menyampaikan bahwa simpati dan perhatian mereka ditujukan kepada para korban serta penyintas berbagai bentuk pelecehan. Pernyataan tersebut menjadi salah satu sikap publik paling jelas dari istana terkait isu ini.
Pekan lalu, Prince Edward, Duke of Edinburgh juga menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang menanggapi berkas Epstein terbaru dengan menegaskan pentingnya menempatkan korban sebagai fokus utama perhatian.
Sumber internal kerajaan menyebutkan bahwa hingga kini simpati Raja tetap berada pada para korban, meskipun tekanan agar dilakukan langkah yang lebih konkret terus meningkat. Situasi ini muncul bersamaan dengan seruan baru agar aparat penegak hukum Inggris membuka penyelidikan lanjutan setelah muncul detail tambahan dalam kumpulan jutaan dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Pengungkapan Baru dalam Arsip Epstein
Dokumen terkait Epstein juga memunculkan laporan mengenai dugaan pertemuan sosial yang melibatkan seorang model muda asal Rumania dalam sebuah jamuan pribadi di Istana Buckingham bersama Andrew. Rangkaian email yang terungkap menggambarkan adanya interaksi antara Epstein, Andrew, dan beberapa perempuan lain dalam acara tersebut ketika Ratu Elizabeth II sedang berada di Balmoral.
Identitas perempuan tersebut tidak dipublikasikan, dan belum ada kepastian apakah ia termasuk korban kejahatan seksual Epstein. Namun, detail baru dari arsip tersebut kembali memicu tuntutan agar Kepolisian Metropolitan Inggris mempertimbangkan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan keterlibatan Andrew.
Hingga kini, perkembangan kasus yang berkaitan Tuna55 dengan Epstein Files masih terus menjadi perhatian internasional. Tekanan publik terhadap keluarga kerajaan Inggris pun diperkirakan belum akan mereda selama belum ada langkah resmi yang dianggap mampu menjawab tuntutan para korban akan akuntabilitas dan pengakuan.

Leave a Reply